Sebuah Negara, tentu membutuhkan SDM (sumber daya manusia)dengan karakter dan kualitas yang mumpuni. Karena dengan hal tersebut, proses pembangunan yang dilakukan Negara tak hanya berjalan, akan tetapi juga berkembang. Terdapat korelasi yang sangat kuat antara pengembangan SDM dengan pembangunan Negara. Kualitas SDM yang baik, akan membuat Negara semakin baik. Demikian pula sebaliknya.
5:23 PM
BANDUNG, -- Zakaria (51), ayah dari dua korban pembunuhan, Raziv (22) dan Rivan (10) tak kuasa menahan tangisnya. Ia syok begitu mendengar kabar duka, dua anaknya ditemukan dalam kondisi meninggal di Cianjur dan Garut.
Kasus Pembunuhan Garut dan Cianjur: Zakaria Histeris Dua Anaknya Tewas
TRIBUN JABAR/DICKY FADIAR DJUHUD
Zakaria (51), ayah Raziv dan Rivan tak kuasa menahan kesedihan saat menunggu proses autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, Rabu (16/4/2014).
Dengan suara parau, Zakaria mengungkapkan kalau dia berkomunkasi terakhir sekitar dua minggu lalu. Sesekali, pria berkumis ini histeris teringat kedua anaknya sambil berucap, "Allahu Akbar".
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Cianjur,
Daerah,
Garut
1:52 PM
Ismail Yusanto (Jubir HTI) : Indonesia dan Dunia Inginkan Syariah
Muhammad Ismail Yusanto, Jubir HTI
Survei syariah terbaru yang diselenggarakan SEM Institute menunjukkan mayoritas rakyat Indonesia (72 persen) menginginkan tegaknya syariah hingga level negara. Ini mengkonfirmasi hasil survei yang dilakukan lembaga lain yang juga menunjukkan angka di kisaran yang sama.
Bahkan dalam survei yang dilakukan PEW ResearchCenter menemukan fakta bukan hanya di Indonesia tetapi kaum Muslim di berbagai belahan dunia lainnya juga menginginkan tegaknya syariah dalam level negara. Di seputar itulah wartawan tabloid Media Umat Joko Prasetyo berbincang dengan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto. Berikut petikannya.
Apa pentingnya survei ini?
HTI ingin mengetahui respon publik terhadap dua isu utama terkait dakwah, yakni tentang syariah dan khilafah. Bagi kita mengetahui respon publik terhadap dua isu tadi sangat penting, karena hal itu akan mencerminkan sikap, tanggapan dan dukungan publik terhadap hal-hal yang menjadi pusat perhatian kita selama ini.
Labels:
Berita Utama,
Wawancara
1:45 PM
Female HATI ITB dan BKLDK Mengadakan Seminar Intelektual Perempuan 2014
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Mahasiswa,
Muslimah
4:39 PM
Remaja Takwa Pasti Sukses!
Bandung. “Jika kita ingin sukses, maka
kita harus menjadi orang yang bertakwa,” tegas Chandra dalam acara Kajian Islam Remaja Bandung Raya edisi 4 yang
dilaksanakan oleh LDS (Lajnah Dakwah Sekolah) HTI Kota Bandung di Balai Kota
Bandung pada Ahad (13/4).
Kenapa harus menjadi orang
bertakwa? Karena Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Ketika kita
mendekati Allah sejengkal, maka Dia akan mendekati kita sehasta. Ketika kita
mendekati Allah sehasata maka Dia akan mendekati kita selangkah. Jika kita
mendekati Allah dengan berjalan, maka Dia akan mendekati kita dengan berlari.
Sungguh, takwa adalah kunci dari kesuksesan.
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Kegiatan,
Remaja
1:44 PM
Caleg Stress: Dari Tokoh Terpandang Menjadi Orang Gila
Warta Kota/Theo Yonathan
Pondok Pesantren Bhakti Nugraha Al Islami, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat milik Ustaz Syaifuddin Juhri.
JAKARTA - Ahmad (bukan nama sebenarnya) membuat malu seluruh keluarga. Calon anggota legislatif (caleg) itu mencuri kelapa dan sandal jepit. Warga pun melempari eks pemilik toko kelontong itu dengan batu.
Harian Warta Kota (TRIBUNnews.com Network) melaporkan pada edisi Senin(14/4/2014) ini, cerita ihwal Ahmad ini disampaikan Ustaz Syaifuddin Juhri, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Bhakti Nugraha Al Islami, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ustad Syaifuddin menceritakan, keluarga Ahmad meminta dia untuk memberikan pertolongan agar Ahmad kembali pulih.
"Saya dihubungi keluarganya yang datang ke sini. Karena pasienya berada di daerag Parung, saya diminta ikut mereka untuk melihat kondisi pasien di sana," katanya.
Pasien yang satu ini, menurut Syaifuffin, termasuk paling parah. Jumat (10/4) malam, atau sehari setelah pencoblosan, rumahnya kedatangan rombongan yang adatang menggunakan dua buah mobil. Mereka adalah keluarga Ahmad.
Mereka memohon Syaifuddin agar ikut ke sebuah rumah di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat.
Rupanya keluarga caleg itu baru mengevakuasi caleg gila itu dari rumahnya di Tangerang ke Parung, Bogor. Keluarga malu, karenacaleg stres itu mulai berulah.
Syaifuddin menceritakan, caleg itu tadinya tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya di Tangerang. Dia tidak terlalu kaya, tapi sebenarnya kehidupannya lumayan.
Caleg itu punya satu toko kelontong. Tapi lantaran obsesinya jadi anggota DPRD, toko itu dijual, kemudian dijadikan modal untuk ikut pemilihan.
Begitu pencoblosan usai dan tahu dirinya tak akan terpilih, caleg ini berubah aneh. Dia jadi lebih sering menyendiri di dalam kamar. Tak mau makan, minum, apalagi bicara.
Belakangan dia sering keluyuran ke rumah tetangga lalu mengambil sandal jepit atau kayu bekas. Kayu-kayu itu kemudian ditumpukkan di depan rumah. Untungnya caleg ini tak mengamuk, hanya kelakuannya saja menyebalkan.
Melihat tingkahnya mulai aneh, keluarganya memilih membawanya ke Parung, Bogor, Jawa Barat, di rumah salah seorang saudaranya. Saat Syaifuddin datang ke Parung, caleg itu ditempatkan sendirian di kamar. Keluarganya sengaja tak menaruh tempat tidur, lalu seluruh kain dan tali sengaja disingkirkan karena takut caleg itu bunuh diri.
Namun tingkah lakunya tak berubah, beberapa jam setelah menempati kamar itu, meski pintunya dalam kondisi terkunci, sang caleg malah kabur dengan cara membongkar jendela tanpa teralis.
Usai membongkar jendela dia keluar rumah, dia lalu memanjat sebuah pohon kelapa milik tetangga. Tinggi pohon itu dua meter. Dia kemudian mencopot semua kelapa dari atas pohon.
Dengan golok yang dia bawa dari dapur. Semua kelapa dia buka dan diminumnya. Terang saja kelakuan caleg ini membuat warga di situ murka. Dia sempat dilempari batu dan baru berhenti begitu saudaranya memberitahukan bahwa itu adalah saudaranya.
“Akhirnya keluarga mengganti kerugian dengan cara membayar buah kelapa yang dipetik. Mau bagaimana lagi, orang lagi stres,” kata Syaifuddin kepada Warta Kota, kemarin sore. Lantaran takut kabur lagi, saat itu juga keluarga membeli tralis besi dan meminta tukang untuk memasangnya. (*/Tribun)
Labels:
Berita Utama,
Daerah,
Pemilu 2014
11:34 AM
Prof. Asep Warlan : Partai Islam tak Ada Beda Dengan Partai Lain
Bandung. “Berbagai program yang diusung oleh partai Islam tak ada bedanya bila dibandingkan dengan partai yang lain”, demikian yang dinyatakan oleh Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, S.H. M.H, Pengamat Hukum dan Politik dan Guru Besar HTN Universitas Katholik Parahyangan tatkala mengomentari hasil quick count yang menempatkan partai Islam berada dibawah partai nasionalis kepada Media Umat saat ditemui di Kampus Pascasarjana Unpar, Bandung, pada (12/4).
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Sosok,
Wawancara

