Showing posts with label Berita Utama. Show all posts
Showing posts with label Berita Utama. Show all posts
7:53 AM
Ulama Pewaris Para Nabi, Wajib Berjuang Menegakkan Agama Allah
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Daerah,
Jatinangor
7:41 PM
Female HATI ITB dan BKLDK : Saatnya Perempuan Berperan Dalam Era Milenium
Bandung-- Unit Kajian Harmoni Amal Titian Ilmu (HATI) ITB bekerjasama dengan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) dan ITB menggelar Seminar Intelektual Perempuan pada hari Ahad (20/04/14) di Gedung Aula Barat ITB, Bandung.
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Mahasiswa,
Muslimah
8:05 PM
Oleh: Dani Siregar (Pengamat Remaja/danisiregar.com)
Kita ini kan, sebagai manusia, pasti selama kita hidup, kita memiliki kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan itu, contohnya seperti:
Definisi Politik Yang Mudah Dipahami Oleh Anak Muda Termasuk Remaja
Kita ini kan, sebagai manusia, pasti selama kita hidup, kita memiliki kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan itu, contohnya seperti:
- Makan
- Minum
- Bobok
- Menikah
- Pergi ke suatu tempat
- Penasaran pingin tahu sesuatu (informasi/ilmu)
- Kudu bisa dan jago ngelakukan sesuatu (skill)
- Harus ngobrol sama saudara
- Kudu Sholat
- Kudu puasa Ramadhan
- Kudu ke Syurga
- Dan lain-lain
Labels:
Berita Utama,
Hikmah,
Remaja
5:26 AM
oleh: Siti Nafiidah S.P., M.Ag. (Penulis buku Revisi Politik Perempuan)
Saat ini, gambaran perempuan inspiratif didominasi dengan pendapat kafir barat || bagi mereka, perempuan bekerja dan berkontribusi pada ekonomilah yang menjadi gambaran perempuan inspiratif
Allah telah mengabarkan bahwa akan senantiasa ada musuh (bagi kaum muslim) yakni syetan || mereka dari golongan jin dan manusia yang hembuskan perkataan-perkataan indah untuk menipu orang-orang yang beriman (Al-An'am:112)
Bahkan Rasul pun telah mengingatkan, bahwa kaum muslim akan mengikuti mereka sejengkal demi sejengkal meskipun sampai lubang biawak
dan ternyata benar, amat banyak perempuan masa kini yang termakan rayuan mereka dengan segala janji manisnya || mereka tereksploitasi bagaikan mesin-mesin pencetak uang yang tak ada harganya || Hingga akhirnya, terlahirlah generasi tanpa bentuk dan masyarakat makin terjajah tak berdaya
Menjadi Perempuan Inspiratif Arsitek Generasi Terbaik
oleh: Siti Nafiidah S.P., M.Ag. (Penulis buku Revisi Politik Perempuan)Saat ini, gambaran perempuan inspiratif didominasi dengan pendapat kafir barat || bagi mereka, perempuan bekerja dan berkontribusi pada ekonomilah yang menjadi gambaran perempuan inspiratif
Allah telah mengabarkan bahwa akan senantiasa ada musuh (bagi kaum muslim) yakni syetan || mereka dari golongan jin dan manusia yang hembuskan perkataan-perkataan indah untuk menipu orang-orang yang beriman (Al-An'am:112)
Bahkan Rasul pun telah mengingatkan, bahwa kaum muslim akan mengikuti mereka sejengkal demi sejengkal meskipun sampai lubang biawak
dan ternyata benar, amat banyak perempuan masa kini yang termakan rayuan mereka dengan segala janji manisnya || mereka tereksploitasi bagaikan mesin-mesin pencetak uang yang tak ada harganya || Hingga akhirnya, terlahirlah generasi tanpa bentuk dan masyarakat makin terjajah tak berdaya
Labels:
Berita Utama,
Mahasiswa,
Muslimah
5:45 AM
Tokoh-tokoh ormas Islam menilai semua parpol Islam semakin pragmatis sehingga ada jarak yang cukup jauhantara umat dan partai. “Umat sebenarnya tetap pingin Islam tetapi para petinggi partai punya ingin sendiri,” ungkap Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib dalam Temu Tokoh Terbatas:Membaca Realitas Umat Pasca Pemilu Legislatif, Rabu (16/4) di Kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Jakarta.
Umat Berharap Islam Tetapi Parpol Islam Justru Pragmatis
Ada umat yang ingin Islam dengan memilih PPP tapi malah ketua umumnya dukung Gerindra. Umat ingin Islam tapi Ketua Umum PKS malah mengingatkan masa indah ketika mencalonkan Jokowi dengan FX yang non Muslim di Solo. “Ketua partai lebih banyak yang nempel dan mendapatkan sesuatu jabatan,” ungkapnya.
Labels:
Analisis,
Bandung,
Berita Utama
5:42 AM
Musim Paceklik Nelayan Jawa Barat
CIANJUR, - Petugas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pantai Jayanti, Deni Suhendar, mengatakan, setiap harinya hanya sekitar 20 perahu atau sekitar 60 nelayan yang melaut untuk mencari ikan akibat menurunnya jumlah ikan.
Namun tak setiap hari para nelayan ini mendapatkan tangkapan ikan dalam jumlah yang besar. Para nelayan ini rerata mendapatkan 20 kg ikan setiap harinya.
Namun tak setiap hari para nelayan ini mendapatkan tangkapan ikan dalam jumlah yang besar. Para nelayan ini rerata mendapatkan 20 kg ikan setiap harinya.
Labels:
Berita Utama,
Cianjur,
Daerah
10:59 AM
Islam dan Upaya Mewujudkan Generasi Emas
Sebuah Negara, tentu membutuhkan SDM (sumber daya manusia)dengan karakter dan kualitas yang mumpuni. Karena dengan hal tersebut, proses pembangunan yang dilakukan Negara tak hanya berjalan, akan tetapi juga berkembang. Terdapat korelasi yang sangat kuat antara pengembangan SDM dengan pembangunan Negara. Kualitas SDM yang baik, akan membuat Negara semakin baik. Demikian pula sebaliknya.
Labels:
Analisis,
Berita Utama,
Mahasiswa
5:23 PM
BANDUNG, -- Zakaria (51), ayah dari dua korban pembunuhan, Raziv (22) dan Rivan (10) tak kuasa menahan tangisnya. Ia syok begitu mendengar kabar duka, dua anaknya ditemukan dalam kondisi meninggal di Cianjur dan Garut.
Kasus Pembunuhan Garut dan Cianjur: Zakaria Histeris Dua Anaknya Tewas
TRIBUN JABAR/DICKY FADIAR DJUHUD
Zakaria (51), ayah Raziv dan Rivan tak kuasa menahan kesedihan saat menunggu proses autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, Rabu (16/4/2014).
Dengan suara parau, Zakaria mengungkapkan kalau dia berkomunkasi terakhir sekitar dua minggu lalu. Sesekali, pria berkumis ini histeris teringat kedua anaknya sambil berucap, "Allahu Akbar".
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Cianjur,
Daerah,
Garut
1:52 PM
Ismail Yusanto (Jubir HTI) : Indonesia dan Dunia Inginkan Syariah
Muhammad Ismail Yusanto, Jubir HTI
Survei syariah terbaru yang diselenggarakan SEM Institute menunjukkan mayoritas rakyat Indonesia (72 persen) menginginkan tegaknya syariah hingga level negara. Ini mengkonfirmasi hasil survei yang dilakukan lembaga lain yang juga menunjukkan angka di kisaran yang sama.
Bahkan dalam survei yang dilakukan PEW ResearchCenter menemukan fakta bukan hanya di Indonesia tetapi kaum Muslim di berbagai belahan dunia lainnya juga menginginkan tegaknya syariah dalam level negara. Di seputar itulah wartawan tabloid Media Umat Joko Prasetyo berbincang dengan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto. Berikut petikannya.
Apa pentingnya survei ini?
HTI ingin mengetahui respon publik terhadap dua isu utama terkait dakwah, yakni tentang syariah dan khilafah. Bagi kita mengetahui respon publik terhadap dua isu tadi sangat penting, karena hal itu akan mencerminkan sikap, tanggapan dan dukungan publik terhadap hal-hal yang menjadi pusat perhatian kita selama ini.
Labels:
Berita Utama,
Wawancara
1:45 PM
Female HATI ITB dan BKLDK Mengadakan Seminar Intelektual Perempuan 2014
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Mahasiswa,
Muslimah
4:39 PM
Remaja Takwa Pasti Sukses!
Bandung. “Jika kita ingin sukses, maka
kita harus menjadi orang yang bertakwa,” tegas Chandra dalam acara Kajian Islam Remaja Bandung Raya edisi 4 yang
dilaksanakan oleh LDS (Lajnah Dakwah Sekolah) HTI Kota Bandung di Balai Kota
Bandung pada Ahad (13/4).
Kenapa harus menjadi orang
bertakwa? Karena Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Ketika kita
mendekati Allah sejengkal, maka Dia akan mendekati kita sehasta. Ketika kita
mendekati Allah sehasata maka Dia akan mendekati kita selangkah. Jika kita
mendekati Allah dengan berjalan, maka Dia akan mendekati kita dengan berlari.
Sungguh, takwa adalah kunci dari kesuksesan.
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Kegiatan,
Remaja
1:44 PM
Caleg Stress: Dari Tokoh Terpandang Menjadi Orang Gila
Warta Kota/Theo Yonathan
Pondok Pesantren Bhakti Nugraha Al Islami, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat milik Ustaz Syaifuddin Juhri.
JAKARTA - Ahmad (bukan nama sebenarnya) membuat malu seluruh keluarga. Calon anggota legislatif (caleg) itu mencuri kelapa dan sandal jepit. Warga pun melempari eks pemilik toko kelontong itu dengan batu.
Harian Warta Kota (TRIBUNnews.com Network) melaporkan pada edisi Senin(14/4/2014) ini, cerita ihwal Ahmad ini disampaikan Ustaz Syaifuddin Juhri, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Bhakti Nugraha Al Islami, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ustad Syaifuddin menceritakan, keluarga Ahmad meminta dia untuk memberikan pertolongan agar Ahmad kembali pulih.
"Saya dihubungi keluarganya yang datang ke sini. Karena pasienya berada di daerag Parung, saya diminta ikut mereka untuk melihat kondisi pasien di sana," katanya.
Pasien yang satu ini, menurut Syaifuffin, termasuk paling parah. Jumat (10/4) malam, atau sehari setelah pencoblosan, rumahnya kedatangan rombongan yang adatang menggunakan dua buah mobil. Mereka adalah keluarga Ahmad.
Mereka memohon Syaifuddin agar ikut ke sebuah rumah di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat.
Rupanya keluarga caleg itu baru mengevakuasi caleg gila itu dari rumahnya di Tangerang ke Parung, Bogor. Keluarga malu, karenacaleg stres itu mulai berulah.
Syaifuddin menceritakan, caleg itu tadinya tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya di Tangerang. Dia tidak terlalu kaya, tapi sebenarnya kehidupannya lumayan.
Caleg itu punya satu toko kelontong. Tapi lantaran obsesinya jadi anggota DPRD, toko itu dijual, kemudian dijadikan modal untuk ikut pemilihan.
Begitu pencoblosan usai dan tahu dirinya tak akan terpilih, caleg ini berubah aneh. Dia jadi lebih sering menyendiri di dalam kamar. Tak mau makan, minum, apalagi bicara.
Belakangan dia sering keluyuran ke rumah tetangga lalu mengambil sandal jepit atau kayu bekas. Kayu-kayu itu kemudian ditumpukkan di depan rumah. Untungnya caleg ini tak mengamuk, hanya kelakuannya saja menyebalkan.
Melihat tingkahnya mulai aneh, keluarganya memilih membawanya ke Parung, Bogor, Jawa Barat, di rumah salah seorang saudaranya. Saat Syaifuddin datang ke Parung, caleg itu ditempatkan sendirian di kamar. Keluarganya sengaja tak menaruh tempat tidur, lalu seluruh kain dan tali sengaja disingkirkan karena takut caleg itu bunuh diri.
Namun tingkah lakunya tak berubah, beberapa jam setelah menempati kamar itu, meski pintunya dalam kondisi terkunci, sang caleg malah kabur dengan cara membongkar jendela tanpa teralis.
Usai membongkar jendela dia keluar rumah, dia lalu memanjat sebuah pohon kelapa milik tetangga. Tinggi pohon itu dua meter. Dia kemudian mencopot semua kelapa dari atas pohon.
Dengan golok yang dia bawa dari dapur. Semua kelapa dia buka dan diminumnya. Terang saja kelakuan caleg ini membuat warga di situ murka. Dia sempat dilempari batu dan baru berhenti begitu saudaranya memberitahukan bahwa itu adalah saudaranya.
“Akhirnya keluarga mengganti kerugian dengan cara membayar buah kelapa yang dipetik. Mau bagaimana lagi, orang lagi stres,” kata Syaifuddin kepada Warta Kota, kemarin sore. Lantaran takut kabur lagi, saat itu juga keluarga membeli tralis besi dan meminta tukang untuk memasangnya. (*/Tribun)
Labels:
Berita Utama,
Daerah,
Pemilu 2014
11:34 AM
Prof. Asep Warlan : Partai Islam tak Ada Beda Dengan Partai Lain
Bandung. “Berbagai program yang diusung oleh partai Islam tak ada bedanya bila dibandingkan dengan partai yang lain”, demikian yang dinyatakan oleh Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, S.H. M.H, Pengamat Hukum dan Politik dan Guru Besar HTN Universitas Katholik Parahyangan tatkala mengomentari hasil quick count yang menempatkan partai Islam berada dibawah partai nasionalis kepada Media Umat saat ditemui di Kampus Pascasarjana Unpar, Bandung, pada (12/4).
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Sosok,
Wawancara
11:32 AM
BANGKO- Tempat-tempat pengobatan alternatif di wilayah Provinsi Jambi, tampaknya panen pasien yang menderita gangguan kejiwaan, seusai Pemilu 2014 yang digelar Rabu (9/4).Pasalnya, berdasarkan penelusuran Tribun, jumlah pasien sakit jiwa yang memakai pengobatan alternatif cenderung meningkat seusai hari pemungutan suara.
Tempat Pengobatan Alternatif Laku Pasca Pemilu
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Pemilu 2014
9:07 PM
Cadangan Emas Freeport Terbesar di Indonesia
JAKARTA, - Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineraldan Batu bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Saya Mineral (ESDM), PT Freeport menguasai paling banyak cadangan emas di Indonesia. Cadangan emas milik perusahaan asal Amerika Serikat itu berada di wilayah Taman Nasional Lorentz Papua.
"Freeport paling banyak itu ada di taman Florentz. Itu sudah jadi warisan Freeport, masih masuk wilayah Indonesia," ujar Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Dede Suhendra, Jumat (11/4).
Labels:
Berita Utama
11:29 PM
Pilihan Untuk Ahmadiyah : Taubat atau Menjadi Agama Baru!
Suasana acara bedah buku ‘Tinjauan Kritis Jemaat Ahmadiyyah Indonesia’ yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ilmu Budaya UNPAD (Universitas Padjajaran) di Aula PBJS, Kampus UNPAD, pada Kamis (10/4/2014)
BANDUNG – Persoalan Ahmadiyah yang terus membebani umat Islam Indonesia sangat menguras energi. Dua pilihan untuk para penganut Ahmadiyah, bertaubat kepada Allah Ta’ala untuk kembali kepada jalan islam, atau memang menyatakan diri sebagai agama baru yang tidak dinisbatkan kepada islam.
Labels:
Bandung,
Berita Utama
10:41 PM
Pola Makan Berigizi Masyarakat Bandung Di Bawah Standar
BANDUNG - Warga Kota Bandung harus meningkatkan pola makan yang baik karena saat ini masih dibawah standar. "Harus ada Peraturan Wali Kota yang mewajibkan warga Kota Bandung mengkonsumsi makanan beraneka ragam,seimbang, bergizi, berimbang dan aman, " ujar pakar pangan IPB, Yayuk Baliwati saat rapat Pokja Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bandung di Kadin, Jumat (12/4).
Labels:
Bandung,
Berita Utama
10:37 PM
Pengusaha Dalam Posisi Negara Korporasi dan Khilafah
Tak biasanya, tulisan kali ini agak provokatif. Menyoal sikap pengusaha yang masih belum mau beranjak menjadi pengusaha pejuang syariah dan khilafah. Yap, pengusaha di antara negara korporasi dan khilafah.
Tentang khilafah, sederhana saja. Karena sistem kenegaraan khas ini memang turun dari syariat Allah SWT, maka semua hal tentangnya pastilah bersifat baik dunia akhirat. Sejarah peradaban sepanjang umur bumi ini pun mengakuinya. Tulisan tentang segala kebaikannya mudah dicari dan tersebar di mana-mana.
Tentang negara korporasi, sesungguhnya juga sederhana saja. Karena sistem kenegaraan khas ini berasal dari kapitalisme yang dibuat oleh keterbatasan akal manusia dan bertentangan dengan aturan Allah SWT, maka semua hal tentangnya pastilah bersifat buruk dunia akhirat. Kalaulah ada yang dianggap baik, sudah pasti bersifat semu! Setiap masalah selesai, maka pasti akan muncul masalah baru! Pasti itu!
|
Labels:
Berita Utama,
Hikmah
8:11 PM
Pemilu 2014 : Indonesia (Gagal) Berubah
Sejumlah lembaga survei sudah
merilis pernyataan terkait hasil hitung cepat pemilu 2014. Mayoritas lembaga survei
memenangkan PDIP, berada diurutan kedua adalah Golkar dan berikutnya adalah
Gerindra. Persaingan ketat dan kepentingan politik bakal terjadi pada suara
partai menengah. Mayoritas partai berbasis massa islam dan berideologi islam
menguasai kelompok ini. Ada Demokrat, PKB, PAN, Nasdem, PKS, Hanura. Sementara
PBB dan PKPI diperkirakan tidak mencapai batas ambang parlemen.
Hasil ini membuktikan isu Korupsi
yang mengakar pada PDIP dan Golkar, ternyata belum mampu dikalahkan banyak
kelompok lainnya. Bahkan dagangan Nasionalis dan ide-ide yang sifatnya praktis
Kapitalis, sepertinya masih saja “laku”. Gerindra memiliki platform partai
Nasionalis yang berbeda. Mengingat pembangunan tokoh politik yang berpusat pada
Prabowo Subiakto, yang disinyalir membuat angka Gerindra berada di urutan 3
besar. Hasil ini tentu akan mengarahkan 3 Calon Presiden yang “pasti”
menyemarakkan Pilpres mendatang. Joko Widodo, Aburizal Bakrie dan Prabowo
Subiakto.
Labels:
Analisis,
Berita Utama,
Pemilu 2014
5:40 PM
Mediaumat.com- Pemerintah akhirnya takluk menghadapi Freeport yang ingin lebih lamalagi berada di Papua. Kontrak karya (KK) perusahaan raksasa tambang asal AS ini diperpanjang 2 kali 10 tahun atau hingga 2041.
Kontrak Freeport Kembali Diperpanjang Hingga 2041
“Para pengusaha ini minta kepastian perpanjangan karena telah membenamkan dana investasi besar. Ini poin titik temu kami,” kata Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seperti dikutip dari Kontan, Senin (7/4/14).
Labels:
Berita Utama



