Showing posts with label Bandung. Show all posts
Showing posts with label Bandung. Show all posts
7:53 AM
Ulama Pewaris Para Nabi, Wajib Berjuang Menegakkan Agama Allah
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Daerah,
Jatinangor
7:41 PM
Female HATI ITB dan BKLDK : Saatnya Perempuan Berperan Dalam Era Milenium
Bandung-- Unit Kajian Harmoni Amal Titian Ilmu (HATI) ITB bekerjasama dengan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) dan ITB menggelar Seminar Intelektual Perempuan pada hari Ahad (20/04/14) di Gedung Aula Barat ITB, Bandung.
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Mahasiswa,
Muslimah
5:45 AM
Tokoh-tokoh ormas Islam menilai semua parpol Islam semakin pragmatis sehingga ada jarak yang cukup jauhantara umat dan partai. “Umat sebenarnya tetap pingin Islam tetapi para petinggi partai punya ingin sendiri,” ungkap Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib dalam Temu Tokoh Terbatas:Membaca Realitas Umat Pasca Pemilu Legislatif, Rabu (16/4) di Kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Jakarta.
Umat Berharap Islam Tetapi Parpol Islam Justru Pragmatis
Tokoh-tokoh ormas Islam menilai semua parpol Islam semakin pragmatis sehingga ada jarak yang cukup jauhantara umat dan partai. “Umat sebenarnya tetap pingin Islam tetapi para petinggi partai punya ingin sendiri,” ungkap Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib dalam Temu Tokoh Terbatas:Membaca Realitas Umat Pasca Pemilu Legislatif, Rabu (16/4) di Kantor DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Jakarta.
Ada umat yang ingin Islam dengan memilih PPP tapi malah ketua umumnya dukung Gerindra. Umat ingin Islam tapi Ketua Umum PKS malah mengingatkan masa indah ketika mencalonkan Jokowi dengan FX yang non Muslim di Solo. “Ketua partai lebih banyak yang nempel dan mendapatkan sesuatu jabatan,” ungkapnya.
Labels:
Analisis,
Bandung,
Berita Utama
5:23 PM
BANDUNG, -- Zakaria (51), ayah dari dua korban pembunuhan, Raziv (22) dan Rivan (10) tak kuasa menahan tangisnya. Ia syok begitu mendengar kabar duka, dua anaknya ditemukan dalam kondisi meninggal di Cianjur dan Garut.
Kasus Pembunuhan Garut dan Cianjur: Zakaria Histeris Dua Anaknya Tewas

TRIBUN JABAR/DICKY FADIAR DJUHUD
Zakaria (51), ayah Raziv dan Rivan tak kuasa menahan kesedihan saat menunggu proses autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, Rabu (16/4/2014).
Dengan suara parau, Zakaria mengungkapkan kalau dia berkomunkasi terakhir sekitar dua minggu lalu. Sesekali, pria berkumis ini histeris teringat kedua anaknya sambil berucap, "Allahu Akbar".
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Cianjur,
Daerah,
Garut
1:45 PM
Female HATI ITB dan BKLDK Mengadakan Seminar Intelektual Perempuan 2014
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Mahasiswa,
Muslimah
4:39 PM
Remaja Takwa Pasti Sukses!
Bandung. “Jika kita ingin sukses, maka
kita harus menjadi orang yang bertakwa,” tegas Chandra dalam acara Kajian Islam Remaja Bandung Raya edisi 4 yang
dilaksanakan oleh LDS (Lajnah Dakwah Sekolah) HTI Kota Bandung di Balai Kota
Bandung pada Ahad (13/4).
Kenapa harus menjadi orang
bertakwa? Karena Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Ketika kita
mendekati Allah sejengkal, maka Dia akan mendekati kita sehasta. Ketika kita
mendekati Allah sehasata maka Dia akan mendekati kita selangkah. Jika kita
mendekati Allah dengan berjalan, maka Dia akan mendekati kita dengan berlari.
Sungguh, takwa adalah kunci dari kesuksesan.
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Kegiatan,
Remaja
11:34 AM
Prof. Asep Warlan : Partai Islam tak Ada Beda Dengan Partai Lain
Bandung. “Berbagai program yang diusung oleh partai Islam tak ada bedanya bila dibandingkan dengan partai yang lain”, demikian yang dinyatakan oleh Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, S.H. M.H, Pengamat Hukum dan Politik dan Guru Besar HTN Universitas Katholik Parahyangan tatkala mengomentari hasil quick count yang menempatkan partai Islam berada dibawah partai nasionalis kepada Media Umat saat ditemui di Kampus Pascasarjana Unpar, Bandung, pada (12/4).
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Sosok,
Wawancara
11:32 AM
BANGKO- Tempat-tempat pengobatan alternatif di wilayah Provinsi Jambi, tampaknya panen pasien yang menderita gangguan kejiwaan, seusai Pemilu 2014 yang digelar Rabu (9/4).Pasalnya, berdasarkan penelusuran Tribun, jumlah pasien sakit jiwa yang memakai pengobatan alternatif cenderung meningkat seusai hari pemungutan suara.
Tempat Pengobatan Alternatif Laku Pasca Pemilu
BANGKO- Tempat-tempat pengobatan alternatif di wilayah Provinsi Jambi, tampaknya panen pasien yang menderita gangguan kejiwaan, seusai Pemilu 2014 yang digelar Rabu (9/4).Pasalnya, berdasarkan penelusuran Tribun, jumlah pasien sakit jiwa yang memakai pengobatan alternatif cenderung meningkat seusai hari pemungutan suara.
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Pemilu 2014
11:29 PM
Pilihan Untuk Ahmadiyah : Taubat atau Menjadi Agama Baru!

Suasana acara bedah buku ‘Tinjauan Kritis Jemaat Ahmadiyyah Indonesia’ yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ilmu Budaya UNPAD (Universitas Padjajaran) di Aula PBJS, Kampus UNPAD, pada Kamis (10/4/2014)
BANDUNG – Persoalan Ahmadiyah yang terus membebani umat Islam Indonesia sangat menguras energi. Dua pilihan untuk para penganut Ahmadiyah, bertaubat kepada Allah Ta’ala untuk kembali kepada jalan islam, atau memang menyatakan diri sebagai agama baru yang tidak dinisbatkan kepada islam.
Labels:
Bandung,
Berita Utama
10:41 PM
Pola Makan Berigizi Masyarakat Bandung Di Bawah Standar
BANDUNG - Warga Kota Bandung harus meningkatkan pola makan yang baik karena saat ini masih dibawah standar. "Harus ada Peraturan Wali Kota yang mewajibkan warga Kota Bandung mengkonsumsi makanan beraneka ragam,seimbang, bergizi, berimbang dan aman, " ujar pakar pangan IPB, Yayuk Baliwati saat rapat Pokja Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bandung di Kadin, Jumat (12/4).
Labels:
Bandung,
Berita Utama
3:27 PM
(Foto: New York Times)
JAKARTA – Jersey Tim Nasional Inggris yang diproduksi oleh Nike dibanderol 90 poundsterling atau Rp1,69 juta (kurs Rp18.743 per pounds). Tapi, ada cerita pahit di balik produksi jersey ini.
Jersey yang dipersiapkan untuk perhelatan Piala Dunia tersebut diproduksi di Indonesia. Namun, ternyata bayaran untuk buruh yang mengerjakan baju yang mahal ini sangat-sangat murah. Demikian seperti dilansir Mirror, Senin (7/3/2014).
Nike Jual Jersey Mahal dari Buruh Indonesia yang Digaji Murah
(Foto: New York Times)Jersey yang dipersiapkan untuk perhelatan Piala Dunia tersebut diproduksi di Indonesia. Namun, ternyata bayaran untuk buruh yang mengerjakan baju yang mahal ini sangat-sangat murah. Demikian seperti dilansir Mirror, Senin (7/3/2014).
Labels:
Bandung,
Berita Utama
6:06 AM
Puluhan Rumah di Cicendo Alami Retak
BANDUNG - Puluhan rumah di Jalan Rama, RW 2, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, mengalami pergeseran tanah. Sejak seminggu terakhir pergeseran tanah terjadi di sejumlah rumah yang berada di samping Sungai Citepus.
Reddy Ferdinan (44), warga sekitar mengatakan, awalnya pergeseran tanah tidak diketahui warga. Namun hujan yang terus mengguyur membuat air Sungai Citepus semakin besar. Akibatnya rumah yang berada di aliran sungai mengalami pergeseran.
Labels:
Bandung,
Berita Utama
8:53 AM
Kecelakaan Kereta Api Malabar: 3 Orang Meninggal dibawa Ke RSUD Tasikmalaya
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Daerah
12:48 PM
HIP HTI Bandung: Demokrasi Sistem Kufur!
“Justru itulah hasil dari demokrasi. Sistem demokrasi memberi kesempatan kepada orang kafir dan zhalim menguasai orang muslim baik secara individual maupun sistem, dan ini tidak akan terjadi dalam sistem khilafah” tegas Luthfi Afandi, M.H. Humas HTI Jabar ketika menjawab pertanyaan peserta di acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) HTI Kota Bandung, Ahad (30/3). Acara yang bertempat di Masjid Istiqamah Kota Bandung itu diikuti sekitar seribu orang peserta yang datang dari seluruh penjuru Kota Bandung. Peserta antusias mengikuti acara hingga acara berakhir. Acara yang mengambil tema “Pemilu dan Perubahan Masyarakat dalam Perspektif Islam” ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada publik bagaimana kedudukan pemilu dan konsep perubahan masyarakat dalam pandangan Islam.
Pada kesempatan kedua, Dwi Condro Triono, Ph.D. DPP HTI, menyampaikan tajuk “Demokrasi Vs Khilafah”. Dwi Condro menjelaskan dengan gamblang perbedaan diametral antara sistem politik demokrasi dengan Khilafah. “Prinsip pertama adalah kedaulatam di tangan syara’” ungkap Dwi Condro ketika menjelaskan empat pilar sistem Khilafah. Selanjutnya beliau menjelaskan prinsip lainnya, yakni kekuasaan di tangan umat, kepemimpinan bersifat tunggal, dan hanya khalifah yang berhak mengadopsi hukum. Keempat pilar tersebut bertentangan dengan sistem politik demokrasi. Bahkan dengan tegas beliau menyampaikan bahwa demokrasi adalah sistem kufur, haram mengadopsi, menerapkan, dan menyebarluaskannya.
Pada sesi diskusi, peserta antusias memberikan tanggapan dan pertanyaan kepada kedua narasumber. Pada kesempatan itu juga dijelaskan bahwa perubahan mendasar tidak akan lahir dari pemilu dalam demokrasi. Mengapa? Pertama, karena sistem demokrasi memiliki mekanisme menjaga eksistensinya; Kedua, sistem demokrasi akan memaksa siapapun yang masuk untuk mengikuti mekanisme yang mereka tetapkan; Ketiga, pemilu hanya mekanisme memilih orang/person; Keempat, partai hanya memobilisasi orang untuk melakukan pencoblosan, bukan mengubah paradigma berpikir masyarakat; Kelima, parpol dipaksa untuk hanya melakukan perbaikan (ishlah) menuju demokrasi yang menyeluruh, bukan perubahan total (taghyir); Keenam, pemilu sangat mungkin menempatkan aktivis muslim menjadi penguasa, tetapi tidak untuk menerapkan Islam. Oleh karena itu jalan perubahan hakiki adalah dakwah Islam melalui jalan umat
Labels:
Bandung,
Berita Utama
7:10 PM
Ujungberung, Bandung, - HTI wilayah Ujungberung kembali menyelenggarakan salah satu agenda rutin bulanannya bedah majalah al-wa’ie, Ahad (16/3) bertempat di Komplek sukup baru no.12.
Acara yang dihadiri tak kurang dari 20 tokoh masyarakat se-Ujungberung diisi oleh Luthfi Affandi, Humas sekaligus tim Lajnah Fa’aliyah HTI Jawa Barat. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 – 11.30 WIB. Hadir dalam acara tersebut Hakim tinggi Jawa Barat, Halim Husein, S.H., M.H. beserta tokoh lainnya semisal mantan kolonel purnawirawan, Herman Ibrahim.
Bedah Al-Waie Ujungberung : Barat Khawatir Khilafah Tegak
Ujungberung, Bandung, - HTI wilayah Ujungberung kembali menyelenggarakan salah satu agenda rutin bulanannya bedah majalah al-wa’ie, Ahad (16/3) bertempat di Komplek sukup baru no.12.
Acara yang dihadiri tak kurang dari 20 tokoh masyarakat se-Ujungberung diisi oleh Luthfi Affandi, Humas sekaligus tim Lajnah Fa’aliyah HTI Jawa Barat. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 – 11.30 WIB. Hadir dalam acara tersebut Hakim tinggi Jawa Barat, Halim Husein, S.H., M.H. beserta tokoh lainnya semisal mantan kolonel purnawirawan, Herman Ibrahim.
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Kegiatan
7:07 PM
Pemkot Bandung Ambil Alih Lahan Sabuga dan Kebun Binatang
BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung akan mengambil alih lahan yang masih memiliki tunggakan berupa biaya sewa dengan nilai cukup besar di antaranya Kebun Binatang dan Sabuga ITB.
"Lahan Pemkot seluas 14 hektare yang digunakan Kebun Binatang penyewanya menunggak sejak Maret 2008 hingga Maret 2014 dengan nilai mencapai Rp 2,19 miliar," ujar Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Ahmad Rekotomo di Balai Kota, Jumat (21/3).
Labels:
Bandung,
Berita Utama
5:58 AM
KPK : Sarankan Pendaftaran Haji Tak Wajib Setor Uang
Jauh sebelum menyelidiki pengelolaan dana haji, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan kajian terkait penyelenggaraan haji. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, salah satu hasil kajian tersebut merekomendasikan agar pendaftar haji tidak perlu menyetor uang.
"Jadi uang itu dipegang oleh si pendaftar untuk dikelola sendiri," kata Johan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (6/2/2014).
Labels:
Bandung,
Berita Utama
6:36 AM

KPK Geledah Rumah Atut di Bandung

Sebuah mobil mewah warna merah yang terparkir di garasi rumah Gubernur Banten Ratu Atut di Jalan Suryalaya IV no 1, Bandung sempat diperiksa tim Penyidik KPK, Selasa (4/2/2014).
BANDUNG - Tim penyidik KPK menggeledah enam rumah diduga milik gubernur Banten non aktif, Ratu Atut dan adiknya, Wawan di kawasan kompleks Suryalaya, Bandung, Selasa (4/2/2014).
"Tadi, KPK datang sekitar jam 17.30. KPK datang ke rumah saya, memperlihatkan surat tugas. Saya diajak ke lima rumah. Yang saya lihat di sini (Suryalaya V no 8A), ada orangnya, wanita 2 orang, laki-laki 3 orang. Kalau yang di suryalaya IV no 1 ada satpam 2 orang, tukang bersih-bersih 1 orang," ujar Dadi Ramzah (59), Ketua RW 04 saat ditemui di salah satu rumah Atut, Jalan Suryalaya V no 8A, Bandung.(*/TRIBUN)
Labels:
Bandung,
Berita Utama
3:30 PM
Bandung - Dengan sepeda kesayangannya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menuju Cicadas. Setelah memarkir sepeda, pria yang disapa Emil itu mulai 'blusukan' sekitar 08.30 WIB, Kamis (30/1/2014). Langkahnya terhenti di dekat pos polisi Cicadas.
Alis Emil berkerut. Antara kaget dan kesal. Di depannya, sampah menumpuk di pinggir jalan. Berserak sepanjang 3 meter dan memenuhi hampir setengah badan jalan.
Didampingi Camat Cibeunying Kidul Deny Sani, Emil yang mengenakan blazer dan celana jins biru ini meneruskan langkah ke seberang jalan. Terlihat dari raut mukanya, Emil tambah kesal. Yang ia temukan bukan hanya sampah biasa, melainkan kasur bekas hingga kursi rusak.
"Saya carikan uangnya, jangan menunggu PD Kebersihan," kata Emil kepada camat dan lurah setempat.
Kemudian Emil yang masih mengenakan helm berwarna putih itu meminta stafnya untuk memanggil petugas sampah di dekat lokasi. Saat ditanya, petugas sampah yang bernama Risman membuat pengakuan mengejutkan.
"Ini (yang membuang sampah) bukan hanya warga saja pak, tapi petugasnya juga yang suka buang sampah ke sini, bukan ke TPS. Petugasnya bandel," ujar Risman.
Emil melongo. Sebelum meninggalkan lokasi, ia menelepon Camat Kiaracondong. "Pak Camat, ini gimana ada tumpukan sampah di depan eks Matahari. Besok menghadap saya ya," pinta pria berkacamata ini.
Emil berlalu. Dengan sepeda birunya, ia menuju lokasi acara HIPMI, Jl Talaga Bodas. "Ini sekalian saja sampai ke tengah jalan," kata Emil kesal saat melihat sampah-sampah berserakan. (detik)
Ridwan Kamil Kesal Lihat Sampah Berserakan di Cicadas

Bandung - Dengan sepeda kesayangannya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menuju Cicadas. Setelah memarkir sepeda, pria yang disapa Emil itu mulai 'blusukan' sekitar 08.30 WIB, Kamis (30/1/2014). Langkahnya terhenti di dekat pos polisi Cicadas.
Alis Emil berkerut. Antara kaget dan kesal. Di depannya, sampah menumpuk di pinggir jalan. Berserak sepanjang 3 meter dan memenuhi hampir setengah badan jalan.
Didampingi Camat Cibeunying Kidul Deny Sani, Emil yang mengenakan blazer dan celana jins biru ini meneruskan langkah ke seberang jalan. Terlihat dari raut mukanya, Emil tambah kesal. Yang ia temukan bukan hanya sampah biasa, melainkan kasur bekas hingga kursi rusak.
"Saya carikan uangnya, jangan menunggu PD Kebersihan," kata Emil kepada camat dan lurah setempat.
Kemudian Emil yang masih mengenakan helm berwarna putih itu meminta stafnya untuk memanggil petugas sampah di dekat lokasi. Saat ditanya, petugas sampah yang bernama Risman membuat pengakuan mengejutkan.
"Ini (yang membuang sampah) bukan hanya warga saja pak, tapi petugasnya juga yang suka buang sampah ke sini, bukan ke TPS. Petugasnya bandel," ujar Risman.
Emil melongo. Sebelum meninggalkan lokasi, ia menelepon Camat Kiaracondong. "Pak Camat, ini gimana ada tumpukan sampah di depan eks Matahari. Besok menghadap saya ya," pinta pria berkacamata ini.
Emil berlalu. Dengan sepeda birunya, ia menuju lokasi acara HIPMI, Jl Talaga Bodas. "Ini sekalian saja sampai ke tengah jalan," kata Emil kesal saat melihat sampah-sampah berserakan. (detik)
Labels:
Bandung,
Berita Utama
2:27 PM
Qodha Mashalih HTI DPD I Jawa Barat : Mari Tolong Mereka
Terkait Banjir yang melanda sejumlah tempat HTI DPD I Jawa Barat, membuka posko bencana. Posko Bencana kali ini akan dikhususkan ke daerah-daerah banjir, terutama di kawasan Indramayu dan sekitarnya. Bantuan dapat diberikan berupa pakaian, makanan, atau berupa uang. Bantuan dapat diantarkan secara langsung ke alamat HTI DPD I Jawa Barat yang terletak pada Jalan Jakarta 41 Bandung. Dapat menghubungi Asep 085722195074 sebagai Contact Person.
Atau dapat mengirimkannya melalui rekening 0160233681 Bank Syariah Mandiri atau 0177325530 BNI Syariah an Hizbut Tahrir Indonesia.
Informasi lebih rinci dapat melihat twitter.com/bekhilafah.
Atau dapat mengirimkannya melalui rekening 0160233681 Bank Syariah Mandiri atau 0177325530 BNI Syariah an Hizbut Tahrir Indonesia.
Informasi lebih rinci dapat melihat twitter.com/bekhilafah.
Qadha Mashalih Banjir Indramayu: Kandanghaur Belum Bisa Ditembus
HTI Press, Indramayu. Banjir masih melanda kawasan pantura, termasuk Indramayu. Tim Tabanni Qadha Mashalih Umat (TQMU) Hizbut Tahrir Indonesia Cirebon Raya berusaha untuk menyampaikan bantuan kepada korban banjir di Indramayu.
Tim relawan HTI berangkat dari Majalengka Selasa pagi, 21/01/2014, lewat Karangampel, karena jalur lain tidak bisa. Hujan terasa sangat besar di sepanjang perjalanan, “Hamparan sawah di kanan-kiri jalan berubah menjadi lautan,” ujar Ustadz Ikhwanudin salah seorang relawan HTI yang ikut dalam rombongan.
Rombongan tiba di Kecamatan Sindang Kab. Indramyau menuju posko pertama TQMU HTI. Di sana banjir sudah mencapai lutut orang dewasa. Selama Tim disana hujan semakin deras, ketinggian air terus naik.
“Ini merupakan banjir tertinggi. Tahun kemarin nggak seperti ini,” ujar Ustadz Khoerul, aktivis HTI Indramayu memaparkan.
“Memang kata orang tua di sini, banjir seperti ini pernah ada sekitar 30 tahun yang lalu,” lanjut Ustadz yang tinggal di perumahan di kawasan Sindang tersebut.
Tim TQMU memang hanya bisa menjangkau daerah ini. Untuk Balongan dan Kandanghaur belum bisa ditembus oleh tim relawan, karena banjir sudah mencapai leher orang dewasa.
Untuk itu bantuan berupa uang dan pakaian dititipkan lewat Ustadz Khoerul. “nanti saya akan coba menggunakan mobil rager pinjaman dari kantor, mudah-mudahan bisa menyampaikan bantuan ini ke Kandanghaur,” jelas Khaerul.
Sementara tim yang lebih besar dari Majalengka, Cirebon, dan Kuningan akan mencoba kembali Insya Allah hari Sabtu untuk menembus Kandanghaur.
“Mohon doanya, mudah-mudahan air sudah surut, sehingga tim disiapkan untuk membantu penangan pasca banjir,” ujar Ikhwanuddin.
Bagi kaum Muslim yang ingin membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir dapat menyalurkan bantuan ke rekening atas nama Hizbut Tahrir Indonesia: 1) BSM 0160233681 atau 2) BNI Syariah 0177325530. Semoga dengan bantuan tersebut dapat meringankan hisab kita di akhirat. []
Labels:
Bandung,
Berita Utama,
Kegiatan











