KH Raden Abdullah bin Nuh
(1905-1987)
Ulama Besar dari Cianjur
Siapa yang tidak kenal KH Raden Abdullah bin Nuh? Nama ulama yang besar karena kiprah dan karyanyaini tentu saja sangat familiar bagi dunia pesantren di Nusantra, terutama di Cianjur, Bogor dan Sukabumi. Lebih dari itu, ia pun gigih berjuang mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda.
Dan yang tidak kalah pentingnya, Mamakk—begitu ia biasa dipanggil—juga yang berperan membawa ulama Hizbut Tahrir saat itu Syeikh Abdurrahman Al Bagdhady ke Indonesia untuk mendakwahkan kewajiban bersatunya kaum Muslimin dalam naungan Khilafah Islam yang mengikuti metode kenabian.
Kiprah dan Karya
Sastrawan, penulis, pendidik, dan sekaligus pejuang ini lahir di Cianjur 30 Juni 1905 dan wafat di Bogor pada 26 Oktober 1987. Sejak kecil, Mamakk memperoleh pendidikan agama Islam dari ayahanda KH Raden Nuh, seorang ulama terkenal di Kota Cianjur, Jawa Barat.
Di masa kanak-kanak, Mamak dibawa bermukim di Mekkah selama dua tahun. Di Tanah Suci ini ia tinggal bersama nenek dari Raden Nuh, bernama Nyi Raden Kalipah Respati, seorang janda kaya raya di Cianjur yang ingin wafat di Mekkah.