Headlines News :

Menurut Anda, Jawa Barat akan sejahtera dengan?

Promosi

Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sejarah Keruntuhan Khilafah Utsmaniyyah


Banyak ahli sejarah menulis, bahwa fanatis kelompok termasuk di dalamnya faham Nasionalisme, merupakan salah satu sebab utama runtuhnya khilafah Utsmaniyah.
Dalam bukunya “Daulah Utsmaniyah” Dr. Jamal Abdul Hadi, salah seorang pakar sejarah dari Mesir, menyebutkan beberapa sarana yang dimanfaatkan Yahudi Eropa untuk menghancurkan kekuatan pemerintahan Islam di Turki waktu itu. Diantaranya adalah dengan menghidupkan faham Nasionalisme.

Bencana Ditangkal dan Tawakkal



Banjir besar kembali mengancam wilayah pantai utara pulau Jawa.  Beberapa waktu lalu, jalur tol Jakarta-Merak terputus karena tergenang Banjir.  Angin puting beliung juga menumbangkan banyak pohon dan baliho, bahkan juga tumpukan kontainer di Tanjung Priok.  Akibat hujan deras, jalur Puncak Pass terkena longsor yang menyebabkan jalur Bogor-Cianjur terputus beberapa hari.  Di Jakarta, banjir sekecil apapun akan berakibat macet amat parah hingga ke daerah yang tidak kebanjiran.  Dan kalau sudah musim bencana ini, tiba-tiba kita seperti diingatkan lagi, bahwa Indonesia memang bukan hanya negeri yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi juga negeri dengan potensi bencana alam yang berlimpah.

Mayoritas Muslim Indonesia Jadi Minoritas dan Terjajah Secara Aqidah

Mayoritas Muslim Indonesia Jadi Minoritas dan Terjajah Secara AqidahJAKARTA - Sejak Era Reformasi dengan kebebasan begitu luas di Indonesia, dan golongan yang paling  menikmati berkah kebebasan adalah golongan minoritas Kristen. Dengan berbagai sarana yang mereka miliki mereka dapat mengembangkan agama mereka dengan sangat bebas.
Dengan media mereka bisa mempengaruhi dan menciptakan opini, dan bahkan media yang mereka miliki menjadi kekuatan “pressure politik” (tekanan politik) terhadap penguasa.
Strategi mereka sekarang ingin menghapus tentang adanya golongan dikotomi “mayoritas” dan “minoritas” di Indonesia. Mereka ingin menghapus keputusan pemerintah tentang SKB Tiga Menteri yang mengatur penyebaran agama dan pendirian rumah ibadah.

Raden Abdullah bin Nuh: Sosok Penting Dibalik Adanya Hizbut Tahrir di Indonesia


KH  Raden Abdullah bin Nuh
(1905-1987)
Ulama Besar dari Cianjur
Siapa yang tidak kenal KH Raden Abdullah bin Nuh? Nama ulama yang besar karena kiprah dan karyanyaini tentu saja sangat familiar bagi dunia pesantren di Nusantra, terutama di Cianjur, Bogor dan Sukabumi. Lebih dari itu, ia pun gigih berjuang mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda.
Dan yang tidak kalah pentingnya, Mamakk—begitu ia biasa dipanggil—juga yang berperan membawa ulama Hizbut Tahrir saat itu Syeikh Abdurrahman Al Bagdhady ke Indonesia untuk mendakwahkan kewajiban bersatunya kaum Muslimin dalam naungan Khilafah Islam yang mengikuti metode kenabian.
Kiprah dan Karya
Sastrawan, penulis, pendidik, dan sekaligus pejuang ini lahir di Cianjur 30 Juni 1905 dan wafat di Bogor pada 26 Oktober 1987. Sejak kecil, Mamakk memperoleh pendidikan agama Islam dari ayahanda KH Raden Nuh, seorang ulama terkenal di Kota Cianjur, Jawa Barat.
Di masa kanak-kanak, Mamak dibawa bermukim di Mekkah selama dua tahun. Di Tanah Suci ini ia tinggal bersama nenek dari Raden Nuh, bernama Nyi Raden Kalipah Respati, seorang janda kaya raya di Cianjur yang ingin wafat di Mekkah.

Dokter, Pengabdi Yang Didambakan Umat


Oleh : Heraldo Yanindra P. - Pecinta Khazanah IPTEK
Seberapa penting anda memandang profesi dokter? Apakah anda memandang profesi dokter itu adalah “menakutkan”, “kejam”, atau yang lainnya? Pernahkah anda menyadari keluhan-keluhan yang pernah anda sampaikan kepada mereka (walaupun hal kecil)  merupakan tanggung jawab yang besar bagi mereka? Pertama-tama, izinkan saya mengapresiasi para dokter di seluruh dunia atas tanggung jawab dan pengabdiannya selama ini kepada masyarakat. Dokter dalam kiprahnya saat ini dan masa mendatang seyogyanya menerapkan dalam perannya sebagai “pemimpin-intelektual-profesional”, yang tugasnya antara lain sebagai agent of treatment, agent of change, dan agent of development. WHO pada tahun 1994 mengidentifikasikan kiprah ini dan menyebutnya sebagai “the five star doctors”, yaitu community leader, communicator, manager, decision maker,dan care provider. 

Sejarah Neo Liberal & Prinsip Fundamental Neo Liberal

Di Kutip dari buku 'Kamu Fikir kamu berfikir' - Essai HOMO ECONOMICUS VS  HOMO ISLAMICUS 

Kelompok Liberal German, Inggris & USA pra-Perang Dunia 2
Dalam menganalisis pergerakan dan penyebaran Neo Liberalisme di era modern adalah penting untuk mengetahui pergerakan yang melatarbelakangi kelompok liberalis sebelum kemunculan ‘Mont Perelin Society’  ( 1947 ), yaitu dalam konteks Nasionalisme, jaringan intelektual, politisi dan hingga akhirnya pemikiran tentang pentingnya pasar bebas kemudian dapat diterima sebagaimana adanya. Neo liberalisme pada mulanya adalah langkah – langkah pergerakan intelektual dan politisi dari tiga Negara berikut, German,Inggris dan Amerika.

Bencana Ditangkal dan Tawakkal

Nilometer yang dibangun al-Farghani 
untuk peringatan dini banjir Sungai Nil
Prof. Dr. Fahmi Amhar
Banjir lima tahunan kembali mengancam wilayah pantai utara pulau Jawa.  Beberapa waktu lalu, jalur tol Jakarta-Merak terputus karena tergenang Banjir.  Angin puting beliung juga menumbangkan banyak pohon dan baliho, bahkan juga tumpukan kontainer di Tanjung Priok.  Akibat hujan deras, jalur Puncak Pass terkena longsor yang menyebabkan jalur Bogor-Cianjur terputus beberapa hari.  Di Jakarta, banjir sekecil apapun akan berakibat macet amat parah hingga ke daerah yang tidak kebanjiran.  Dan kalau sudah musim bencana ini, tiba-tiba kita seperti diingatkan lagi, bahwa Indonesia memang bukan hanya negeri yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi juga negeri dengan potensi bencana alam yang berlimpah.

Kampus Bermutu yang Sesungguhnya


Prof. Fahmi Amhar
Ketika sejumlah dosen dan ulama dari Indonesia diajak jalan-jalan berkunjung ke campus Standford University di Amerika Serikat, mereka tercengang melihat di ruang kelas itu tetap digunakan papan tulis biasa dengan kapur, bukan white-board, spidol dan LCD. Mereka menganggap sekolah-sekolah di Indonesia ternyata lebih maju.
Apa yang terjadi ini menunjukkan taraf berpikir saat ini dari para intelektual kita, yang terwakili sejumlah dosen dan ulama.  Indikator kemajuan diukur dari fasilitas fisik yang dimiliki, bukan dari karya yang orisinil (genuine) dan kemampuan yang berkelanjutan dalam membentuk SDM.  Karena itu mereka tidak melihat berapa publikasi ilmiah, paten teknologi atau pemenang hadiah Nobel sains dari Standford University itu.

Rapat Akbar Ummat di Cianjur pada 1924



#Cianjur menjadi tempat Pembahasan tentang #Khilafah tahun 1924 di Indonesia, setelah runtuhnya Khilafah.

pada 30 November 1924 memberitakan sebuah rapat besar yang dihadiri sekitar 3000 orang untuk membahas persoalan khilafah diCianjur. Sesuatu yang sangat luar biasa, dalam konteks hari ini sekalipun, dimana Cianjur menjadi saksi sebuah pertemuan yang membicarakan khilafah dan dihadiri banyak #ulama, aktifis, dan tokoh umat.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jabar Bersyariah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger