Headlines News :

Menurut Anda, Jawa Barat akan sejahtera dengan?

Promosi

Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Definisi Politik Yang Mudah Dipahami Oleh Anak Muda Termasuk Remaja


Inilah Defenisi "Politik" yang Mudah Dipahami Anak Muda, Bahkan Anak SD (Dan Kenapa Anda Harus Berpolitik)

Oleh: Dani Siregar (Pengamat Remaja/danisiregar.com)
Kita ini kan, sebagai manusia, pasti selama kita hidup, kita memiliki kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan itu, contohnya seperti:
  • Makan
  • Minum
  • Bobok
  • Menikah
  • Pergi ke suatu tempat
  • Penasaran pingin tahu sesuatu (informasi/ilmu)
  • Kudu bisa dan jago ngelakukan sesuatu (skill)
  • Harus ngobrol sama saudara
  • Kudu Sholat
  • Kudu puasa Ramadhan
  • Kudu ke Syurga
  • Dan lain-lain

Pengusaha Dalam Posisi Negara Korporasi dan Khilafah


Tak biasanya, tulisan kali ini agak provokatif. Menyoal sikap pengusaha yang masih belum mau beranjak menjadi pengusaha pejuang syariah dan khilafah. Yap, pengusaha di antara negara korporasi dan khilafah.
Tentang khilafah, sederhana saja. Karena sistem kenegaraan khas ini memang turun dari syariat Allah SWT, maka semua hal tentangnya pastilah bersifat baik dunia akhirat. Sejarah peradaban sepanjang umur bumi ini pun mengakuinya. Tulisan tentang segala kebaikannya mudah dicari dan tersebar di mana-mana.
Tentang negara korporasi, sesungguhnya juga sederhana saja. Karena sistem kenegaraan khas ini berasal dari kapitalisme yang dibuat oleh keterbatasan akal manusia dan bertentangan dengan aturan Allah SWT, maka semua hal tentangnya pastilah bersifat buruk dunia akhirat. Kalaulah ada yang dianggap baik, sudah pasti bersifat semu! Setiap masalah selesai, maka pasti akan muncul masalah baru! Pasti itu!

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc : Beda Bawah Beda Atas


Kalau melihat bagaimana fanatisme para pendukung tiap parpol dari level bawah, kita akan merasakan doktrin-doktrin ditancapkan sedemikian rupa kepada para kader dan simpatisan.
Perhatikan saja konten sosial media kita ini, isinya penuh dengan ribuan argumen, ajakan, himbauan, bahkan ancaman. Intinya sama saja, plihlah partai kita dan jangan pilih partai mereka.
Buat umat Islam di level bawah, ada begitu banyak sajian ayat Quran, petikan hadits-hadits Nabi, termasuk kutipan-kutipan fatwa dari sekian banyak ulama.

Semua Hanya Titipan



parkirJika saya ada jadwal ke Jakarta siang hari, saya jarang bawa kendaraan. Saya lebih sering memilih menggunakan kereta api. Kendaraan saya simpan di stasiun. Lepas ngisi kadang diantar sampai ke Bogor atau kembali naik kereta. Sesampai di stasiun Bogor, saya ambil kendaraan saya, lalu melaju kembali ke rumah. Selain lebih hemat, di kereta juga waktu tempuh Jakarta – Bogor di sore hari jauh labih cepat dibandingkan berkendaraan sendiri dengan jalanan yang macet.
Suatu hari saya titipkan mobil di stasiun. Kaget bukan kepalang, ketika saya ambil mobil ternyata penuh dengan bercak putih cat menempel di kaca juga body mobil. Saya baru menyadari hal itu ketika keesokan harinya saya mencuci mobil di pagi hari. Kesel juga sih. Mahal-mahal saya bayar nitip mobil di stasiun tapi malah mobil jadi kotor.
Saya berencana mau complain ke pihak pengelola parkiran di stasiun Bogor. Wajar dong, toh ini kendaraan saya, saya juga bayar parkir. Sebagai pemilik kendaraan, saya dirugikan oleh pengerjaan area parkir yang sedang melakukan pengecetan tidak hati-hati sehingga mobil saya penuh bintik cat. Ini kan mobil saya, saya titip di stasiun, tapi saat diambil kenapa jadi kotor? Gerutu saya dalam hati.
Hari berikutnya, saat berangkat ke kantor saya merenungkan apa yang telah terjadi pada kendaraan saya di stasiun. Mencari apa hikmahnya. Apa kira-kira pelajarannya untuk hidup saya. Tanpa disengaja, tiba-tiba, dari pemutar MP3 di kendaraan terdengar senandung Bimbo berjudul “Barang Titipan”. Subhanallah, inilah pelejarannya.
Semua hanya titipan. Itulah pelajaran yang saya dapatkan. Kendaraan yang saya titipkan tempo hari di stasiun itu sama dengan apa yang kita punya hari ini. Harta benda yang dipunya, rumah, kendaraan, keluarga, bisnis, karir, semuanya itu titipan dari Sang Pencipta kita. Suatu hari nanti pasti Dia akan mengambilnya. Namanya juga titipan. Hakikatnya kita bukan pemilik, kita hanya pengguna, hak guna, hak mampir dan menyimpannya sejenak saja. Sama seperti kendaraan yang saya titipkan di stasiun. Itu “milik” saya, bukan punya stasiun. Sebagai pemilik suka-suka saya kapan mau diambil. Sebagai pemilik terserah saya mau diambil pagi, siang atau sore, bahkan malam sekalipun. Dan sebagai pengelola parkir, tidak ada hak untuk menghalangi saat saya mau mengambilnya.
Perenungan terus saya lakukan. Ya, semua hanya titipan. Kita sering mengaku dan merasa punya ini dan itu. Karena kita tak menyadari bahwa semua itu hanya titipan, ketika Dia ambil kita marah. Harta kita hilang, kita marah. Anak kita dipanggil Allah, kita marah. Bisnis kita rugi, kita marah. Padahal kalau kita mau sedikit berpikir, yang namanya titipan, bukan punya kita. Pemilik sejati (Allah SWT) punya hak mengambilnya kapan saja. Dan kita harus merelakannya. Namanya juga titipan.
Tak hanya itu, karena kita sebagai pengelola, orang yang diberi amanah titipan, kita tentu punya kewajiban untuk menjaga dan merawatnya. Seperti kendaraan yang saya titipkan ke stasiun. Saat ada kerusakan wajar dong kalau saya complain. Begitu juga dengan hidup kita. Kalau kita tidak merawat semua titipan yang Allah anugerahkan, seperti anak, istri, suami, harta juga usia ini tidak kita rawat, pantaslah kita mendapat murkaNya. Bagaimana kita merawat harta kita, membersihkannya, menjaganya agar tetap bersih dan halal. Anak dan keluarga kita, bagaimana kita rawat dan jaga agar ta’at pada syariatNya. Karir kita, bagaimana agar kita rawat sehingga tidak terjerumus pada yang diharamkan. Hidup kita, bagaimana kita rawat sehingga tetap berkah menjalaninya.
Sudahkah kita menyiapkan diri saat semua yang kita miliki diambil oleh Sang Pemilik sebenarnya? Sudahkah kita merawatnya sehingga Sang Pemilik senang saat mengambilnya? Yuk berubah, menjadi pribadi yang mampu menjaga semua yang Allah anugerahkan. Karena, semua hanya titipan.
Salam Perubahan | Inspirator Perubahan, Asep Supriatna 

Kematian Sebuah Tanda Teguran Untuk Yang Hidup

kematianMungkin sering kali kita mendengar pengumuman tentang kematian seseorang dari speaker masjid terdekat di tempat tinggal kita masing – masing. berbagai macam reaksi pun muncul ketika pengumuman itu terdengar oleh kedua telinga kita. Ada yang hanya sekedar ingin tau “siapa yang meninggal”, ada yang acuh tidak acuh, ada juga yang dengan seksama merenungi kejadian tersebut.
Ya, kematian adalah hal yang pasti terjadi bagi siapun, walau memang waktunya belumlah kita ketahui kapan ia akan datang. Ibarat tamu, kematian adalah tamu yang tak terduga datangnya. Dia senantiasa datang baik disaat kita sedang taat atau pun saat kita sedang bermaksiat. Saat kita sehat, atau dikala kita sedang sekarat. Kematian adalah misteri, tapi itu pasti terjadi.

Bencana Ditangkal dan Tawakkal



Banjir besar kembali mengancam wilayah pantai utara pulau Jawa.  Beberapa waktu lalu, jalur tol Jakarta-Merak terputus karena tergenang Banjir.  Angin puting beliung juga menumbangkan banyak pohon dan baliho, bahkan juga tumpukan kontainer di Tanjung Priok.  Akibat hujan deras, jalur Puncak Pass terkena longsor yang menyebabkan jalur Bogor-Cianjur terputus beberapa hari.  Di Jakarta, banjir sekecil apapun akan berakibat macet amat parah hingga ke daerah yang tidak kebanjiran.  Dan kalau sudah musim bencana ini, tiba-tiba kita seperti diingatkan lagi, bahwa Indonesia memang bukan hanya negeri yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi juga negeri dengan potensi bencana alam yang berlimpah.

Kisah Tentang Adzan Terakhir Sahabat Rasul SAW, Bilal

Semua pasti tahu, bahwa pada masa Nabi, setiap masuk waktu sholat, maka yang mengkumandankan adzan adalah Bilal bin Rabah. Bilal ditunjuk karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas. Posisinya semasa Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang saja, atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi. Hingga Nabi menemui Allah ta’ala pada awal 11 Hijrah. Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: “Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”

Dengan Makanan Halal Berbuah Keteguhan


“Sesungguhnya Allah itu Maha baik dan DIa tidak menerima kecuali yang baik. Dan sessungguhnya Allah memerintah orang-orang yang beriman seperti apa yang diperintahkan-NYA kepada para Rasul” (Hadis)
Sesungguhnya  orang beriman itu beik makanannya, minumannya, pakaiannya, kehidupannya, perkataannya, matinya, ruhnya dan jasadnya. Maka jadilah kalian orang-orang yang baik agar para malaikat yang baik menyambut kalian seraya mengatakan;

Agar Doa Terkabul

Ya Allah, Hanya Kepada-Mu lah Kami Memohon ...
Banyak banget kan hal di dunia ini yang tidak semuanya bisa kita lakukan sendiri. Kita pasti butuh pertolongan dari orang lain. Apalagi masalah akhirat, wah ga usah ditanya kita juga ngerti kalo Allah lah yang bisa menolong kita. Makanya Islam mengajarkan agar kita berdoa. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah : 186)

Bencana Ditangkal dan Tawakkal

Nilometer yang dibangun al-Farghani 
untuk peringatan dini banjir Sungai Nil
Prof. Dr. Fahmi Amhar
Banjir lima tahunan kembali mengancam wilayah pantai utara pulau Jawa.  Beberapa waktu lalu, jalur tol Jakarta-Merak terputus karena tergenang Banjir.  Angin puting beliung juga menumbangkan banyak pohon dan baliho, bahkan juga tumpukan kontainer di Tanjung Priok.  Akibat hujan deras, jalur Puncak Pass terkena longsor yang menyebabkan jalur Bogor-Cianjur terputus beberapa hari.  Di Jakarta, banjir sekecil apapun akan berakibat macet amat parah hingga ke daerah yang tidak kebanjiran.  Dan kalau sudah musim bencana ini, tiba-tiba kita seperti diingatkan lagi, bahwa Indonesia memang bukan hanya negeri yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi juga negeri dengan potensi bencana alam yang berlimpah.

Cinta dan Benci Itu Sekadarnya Saja

Oleh: Muhammad Noer
Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja; siapa tahu – pada suatu hari kelak – ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya saja; siapa tahu – pada suatu hari kelak – ia akan menjadi orang yang kaucintai. Ali bin Abi Thalib.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jabar Bersyariah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger