Headlines News :
Home » , , , » Female HATI ITB dan BKLDK : Saatnya Perempuan Berperan Dalam Era Milenium

Female HATI ITB dan BKLDK : Saatnya Perempuan Berperan Dalam Era Milenium

Written By jabar bersyariah on Wednesday, April 23, 2014 | 7:41 PM

Inilah Seruan Intelektual Perempuan Menyambut Generasi Era Milenium
Bandung-- Unit Kajian Harmoni Amal Titian Ilmu (HATI) ITB bekerjasama dengan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) dan ITB menggelar Seminar Intelektual Perempuan pada hari Ahad (20/04/14) di Gedung Aula Barat ITB, Bandung.


Seminar yang bertajuk "Paradigma Cemerlang Perempuan Inspiratif dalam Pembangunan Generasi Era Milenium" dihadiri ratusan intelektual perempuan dari beberapa Universitas seperti Universitas Padjajaran (Unpad) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) , Universitas Islam Negeri Bandung, dll, dan juga peserta dari pelbagai wilayah di Indonesia. Dalam rilis yang diterima Alhikmah, HATI ITB mennyerukan bahwa paradigma cemerlang perlu dibangun untuk membangun generasi masa depan, era milenium. Paradigma cemerlang, tak lain dan tak bukan ialah Islam. Berikut Seruan Intelektual Perempuan tersebut.


Seruan Intelektual Perempuan
“Paradigma Cemerlang Perempuan Inspiratif dalam Pembangunan Generasi Era Milenium”
            Kalangan intelektual sejatinya adalah bagian dari masyarakat yang dapat menyuarakan dengan lantang dan penuh tanggungjawab suara-suara perubahan yang diinginkan oleh kalangan lainnya. Tidak terkecuali kalangan intelektual perempuan. Allah SWT. berfirman :
 “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.  (QS. At-taubah :71)
***
            Permasalahan perempuan (juga laki-laki) tak pernah tuntas terselesaikan. Bukannya semakin berkurang, justru masalah semakin menumpuk setiap harinya. Kekerasan terhadap perempuan yang mencapai puncaknya -yang ditandai dengan penyematan tahun darurat kekerasan seksual anak1- 2013 lalu menjadi salah satu bukti akan hal ini. Bahkan, ada kalangan yang menganggap hal ini merupakan fenomena gunung es2, dimana realitas yang terindera hanyalah secuil dari realitas sebenarnya.
Perempuan Indonesia tentu saja tidak diam dengan kondisi yang terjadi. Banyak hal yang mereka lakukan untuk menjadi sosok inspiratif pembangun generasi yang lebih baik. Ada yang terjun ke ranah politik untuk memperbaiki hukum yang mengatur perempuan, ada yang berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi dengan bekerja di berbagai sektor, ada yang menyibukkan diri dengan aktivitas sosial, pendidikan, dan banyak lainnya. Akan tetapi, permasalahan perempuan tak kunjung selesai.
 Hakikatnya, langkah mereka haruslah bermula dari satu paradigma cemerlang yang muncul dari pandangan hidup mereka yang akhirnya akan menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Ada beberapa pilihan paradigma yang dianggap bisa melahirkan perempuan inspiratif pembangun generasi. Sayangnya, paradigma yang dipakai saat ini hampir di setiap penjuru dunia adalah paradigma yang menghantarkan justru kepada eksploitasi perempuan dan melahirkan permasalahan generasi : free seks, narkoba, dll., seperti yang telah dijabarkan di atas. Maka dari itu, dibutuhkan paradigma tandingan yang dengan penjelasannya dapat mengkomparasi, menganalisis serta memberi kritik akan paradigma keliru ini.
Paradigma cemerlang ini tidak lain adalah Islam, yang telah terbukti secara historis dalam melahirkan generasi gemilang. Islam juga yang berhasil menempatkan perempuan pada peran sesuai fitrahnya. Sejarah telah merekamnya dengan baik dalam sebuah institusi yang tegak diatas aturan Tuhan Pencipta alam semesta, Allah SWT. Institusi inilah yang berhasil membentuk perempuan dengan peran serta kodratnya sebagai ibu dan pendidik generasi, juga melahirkan generasi cemerlang pembangkit peradaban gemilang seperti Imam Syafii, Sholahudin Al-Ayubi, Maryam Al-Asturlabi, dll. Hal ini rasional, karena tanpa institusi yang akan mengayomi dan menyuasanakan, generasi gemilang yang akan dihasilkan oleh perempuan inspiratif hampir mustahil terwujud.
            Akhirnya, female HATI sebagai bagian integral dari unit kajian HATI ITB yang concern mengkaji isu-isu kontemporer dengan menggunakan sudut pandang Islam -khususnya mengenai perempuan dan generasi- memandang penting diadakan seminar untuk memberikan paradigma cemelang kepada para intelektual perempuan untuk melahirkan perempuan inspiratif pembangun generasi. Female HATI ITB bekerja sama dengan BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus) mengadakan SIP (Seminar Intelektual Perempuan) dengan judul “Paradigma Cemerlang Perempuan Inspiratif dalam Membangun Generasi Era Millenium”. 
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jabar Bersyariah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger